Minggu, 13 Juli 2014

ACLs

Access Control List(ACL) merupakan sebuah metode yang digunakan untuk menyeleksi paket-paket yang keluar masuk network. Jika kita tidka yakin dengan asal usul paket yang datang maka sebaiknya paket tersebut "dibuang" saja. Hal ini untuk menghindari kemungkinan masuknya "penyusp" ke network yang kita kelola.Prinsip inilah yang diterapkan oleh ACL.

ACL merupakan sekumpulan packet filters yang diimplementasikan di router atau gateway. Perangkat semacam ini dapat mengendalikan keluar masuknya paket (berdasarkan IP address asal/ tujuan). Standard ACLmampu mem-filter source address. Sedangkan extended ACL,dapat mem-filter protokol ICMP, IGMP, atau IP yang ada pada layer Network. Protokol lain yang dapat di-filter,yaitu AppleTalk dan IPX.

ACLs dibagi menjadi 2 :
1. Standard (1 - 99), berdasar pada sumber.
2. Extended (>=100), berdasar pada :
    sumber, tujuan, protokol, dan port.
Berikut contoh penggunaan ACLs pada jaringan :



Device
Host Name
Fa 0/0
IP Address
S0/0/0
IP Address
Default Gateway
Enable Secret Password
Enable vty, and Console Password
Router 1
R1
192.168.1.1/24
192.168.15.1/30

Class
Cisco
Router 2
R2
192.168.5.1/24
192.168.15.2/30

Class
Cisco
Switch1
S1



Class
Cisco
PC 1
Host 1
192.168.1.10/24

192.168.1.1


PC 2
Host 2
192.168.1.11/24

192.168.1.1


PC 3
Host 3
192.168.5.10/24

192.168.5.1




Konfigurasi :



 










Ping dari 1 host ke semua host

Ping dari Host 1 ke Host 2


Ping dari Host 1 ke Host 3
   

Konfigurasi Console pada R1




Masuk Host 3








Konfigurasi Extended ACLs pada R2


Buat Access list pada interface Fa0/0 di R2, kemudian lihat hasilnya melalui show access-list
  


Ping Host 3 dari Host 1 

 Hasilnya : Sukses

Ping Host 3 dari Host 2




Hasilnya : tidak bisa ping ke Host 3 (gagal)

Show access-list



Remove Access control list



Konfigurasikan ACLS di R1




Telnet





Show access-list




Ada 15 match
Sumber: Buku CISCO CCNA jaringan komputer


Tidak ada komentar:

Posting Komentar