Sabtu, 19 April 2014

Routing Summarization

Route Summarization adalah meringkas settingan router statis pada router dengan syarat tertentu. 
Perintah untuk rute statis yaitu :
         --> ip route [network tujuan] [subnet mask tujuan] [next hops/ exit interface]
Contoh :  ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 S2/0 atau 176.16.2.2



Router C
Network Number in Binary
Network Number in Decimal
F0/0
11000000.10101000.00000001.01000000
192.168.1.64
F0/1
11000000.10101000.00000001.01100000
192.168.1.96
Summary Route
11111111. 11111111. 11111111.011000000
255.255.255.192


Router B
Network Number in Binary
Network Number in Decimal
F0/0
11000000.10101000.00000001.00100000
192.168.1.32
F0/1
NA
NA
Summary Route
11111111. 11111111. 11111111.00000000
255.255.255.0

Router A
Network Number in Binary
Network Number in Decimal
F0/0
11000000.10101000.00000001.10000000
192.168.1.128
F0/1
NA
NA
Serial0/0/0
11000000.10101000.00000001.00000100
192.168.1. 4
Serial0/0/1
11000000.10101000.00000001.00001000
192.168.1.8
Summary Route Router C
11000000.10101000.00000001.00000000
192.168.1.0
Summary Route Router B
11000000.10101000.00000001.00100000
192.168.1.32
Summary Route
11000000.10101000.00000001.00000000
192.168.1.0



























NAT

NAT (Network Address Translation)

NAT adalah pengalihan suatu alamat IP ke alamat yang lain. Dan apabila suatu paket dialihkan dengan NAT pada suatu link, maka pada saat ada paket kembali dari tujuan maka link ini akan mengingat darimana asal dari paket itu, sehingga komunikasi akan berjalan seperti biasa.

Terdapat 2 jenis almat IP :
1. IP Address Private
    alamat ini yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network).
    Private :
    - Class A : 10.0.0.0 - 10.255.255.255
    - Class B : 172.16.0.0 - 172.31.255.255
    - Class C : 192.168.0.0 - 192.168.255.255 
2. IP Address Public 
    IP public adalah IP yang digunakan untuk jaringan internet.
    Public :

    - Class A : mulai 11.0.0.0
    - Class B : mulai 172.32.0.0
    - Class C : mulai 192.169.0.0 

CIDR



      CIDR (Classless Inter-Domain Routing)

            Classless Inter-Domain Routing (CIDR) adalah sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. Disebut juga sebagai supernetting. CIDR merupakan mekanisme routing dengan membagi alamat IP jaringan ke dalam kelas-kelas A, B, dan C.
                CIDR digunakan untuk mempermudah penulisan notasi subnet mask agar lebih ringkas dibandingkan penulisan notasi subnet mask yang sesungguhnya. Untuk penggunaan notasi alamat CIDR pada classfull address pada kelas A adalah /8 sampai dengan /15, kelas B adalah /16 sampai dengan /23, dan kelas C adalah /24 sampai dengan /28. Subnet mask CIDR /31 dan /32 tidak pernah ada dalam jaringan yang nyata.

CIDR
Subnet Mask
Jumlah Host
Host + Network & Broadcast Address
/24
255.255.255.0
252
254
/25
255.255.255.128
126
128
/26
255.255.255.192
62
64
/27
255.255.255.224
30
32
/28
255.255.255.240
14
16
/29
255.255.255.248
6
8
/30
255.255.255.252
2
4
 

VLSM (Variable Subnet Mask)

VLSM adalah teknik yang memungkinkan administrator jaringan untuk membagi ruang alamat IP ke subnet yang berbeda ukuran, tidak seperti ukuran subnetting. Untuk menyederhanakan VLSM adalah dengan menyederhanakan sesuai kebutuhan indvidu jaringan. Hal ini juga disebut IP tanpa kelas pengalamatan. Sebuah classful menangani mengikuti turn umum yang telah terbukti berjumlah pemborosan alamat IP. ALSM akan menggambarkan subnet sesuai dengan jumlah host setiap jaringan.VLSM membuat pengalamatan secara bertingkat, sehingga mempunyai efisiensi yang lebih tinggi.


Network Address
Decimal Subnet Mask
CIDR  Subnet Mask
IP Address Host Awal
IP Address Host Akhir
Broadcast Address
WAN 1
192.168.2.144
255.255.255.252
/30
192.168.1.145
192.168.1.146
192.168.1.147
WAN 2
192.168.2.148
255.255.255.252
/30
192.168.1.149
192.168.1.150
192.168.1.151
WAN 3
192.168.2.152
255.255.255.252
/30
192.168.1.153
192.168.1.154
192.168.1.155
Dalam penerapan IP Address menggunakan metode VLSM agar tetap dapat berkomunikasi kedalam jaringan internet sebaiknya pengelolaan network-nya dapat memenuhi persyaratan, sebagai berikut:
  1. routing protocol yang digunakan harus mampu membawa informasi mengenai notasi prefix untuk setiap rute broadcastnya (routing protocol :  RIP, IGRP, EIGRP, OSPF dan lainnya, bahan bacaan lanjut protocol routing : CNAP 1-2),
  2. semua perangkat router yang digunakan dalam jaringan harus mendukung metode VLSM yan menggunakan algoritma penerus packet informasi