VLSM adalah teknik yang memungkinkan administrator jaringan untuk membagi ruang alamat IP ke subnet yang berbeda ukuran, tidak seperti ukuran subnetting. Untuk menyederhanakan VLSM adalah dengan menyederhanakan sesuai kebutuhan indvidu jaringan. Hal ini juga disebut IP tanpa kelas pengalamatan. Sebuah classful menangani mengikuti turn umum yang telah terbukti berjumlah pemborosan alamat IP. ALSM akan menggambarkan subnet sesuai dengan jumlah
host setiap jaringan.VLSM membuat pengalamatan secara bertingkat, sehingga mempunyai efisiensi yang lebih tinggi.
|
Network Address
|
Decimal
Subnet Mask
|
CIDR Subnet Mask
|
IP
Address Host Awal
|
IP
Address Host Akhir
|
Broadcast
Address
|
|
WAN 1
|
|||||
|
192.168.2.144
|
255.255.255.252
|
/30
|
192.168.1.145
|
192.168.1.146
|
192.168.1.147
|
|
WAN 2
|
|||||
|
192.168.2.148
|
255.255.255.252
|
/30
|
192.168.1.149
|
192.168.1.150
|
192.168.1.151
|
|
WAN 3
|
|||||
|
192.168.2.152
|
255.255.255.252
|
/30
|
192.168.1.153
|
192.168.1.154
|
192.168.1.155
|
Dalam penerapan IP Address menggunakan metode VLSM agar tetap dapat
berkomunikasi kedalam jaringan internet sebaiknya pengelolaan
network-nya dapat memenuhi persyaratan, sebagai berikut:
- routing protocol yang digunakan harus mampu membawa informasi mengenai notasi prefix untuk setiap rute broadcastnya (routing protocol : RIP, IGRP, EIGRP, OSPF dan lainnya, bahan bacaan lanjut protocol routing : CNAP 1-2),
- semua perangkat router yang digunakan dalam jaringan harus mendukung metode VLSM yan menggunakan algoritma penerus packet informasi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar